
Sering kali sebuah dongeng dapat membuat pembacanya tersenyum terhanyut dalam aliran konfliks ataupun antiklimaks dongeng tersebut dan mungkin , itu juga yang jadi alasan para orangtua khususnya para kaum ibu sering sekali menceritakan sebuah dongeng atau cerita-cerita bermakna lain untuk anaknya disaat waktu tidur menjelang.
Akan sangat menarik memang jika kita coba melihat lebih dalam isi cerita daripada hanya membaca sebuah narasi yang lebih banyak berisi kisah-kisah bertabur keceriaan yang kurang beramakna atau sekedar kisah yang sering dianggap orang hanya teman sebelum tidur.
Dongeng ini berasal dari yunani yang memang terkenal kental akan suasana kepercayaan akan adanya dewa-dewa. Dongeng ini berceritakan Prometheus yang merupakan pembantu dewa zeus dalam menciptakan menusia. Prometheus begitu kasihan melihat manusia yang hidup di bumi disiksa dan diperlakukan semena-mena oleh dewa zeus. Setiap hari Prometheus melihat perlakuan dewa zeus terhadap manusia dan ia pun memutuskan untuk membantu manusia. Suatu malam, dengan diam-diam dan sangat hati-hati Prometheus mencuri api suci milik dewa zeus. Api suci itu mengandung segala macam ilmu pengetahuan yang digunakan dewa zeus untuk menopang kekuasaannya. Prometheus memberikan api suci itu kepada manusia. Mengetahui hal itu dewa zeus pun murka. Sebagai ganjaran atas pengkhianatannya Prometheus dihukum salib di gunung kaukasus. Sedangkan untuk menghukum manusia yang menguasai ilmu pengetahuan yang merupakan kekuatan dari api suci dewa zeus mengirimkan sebuah
Sebenarnya ada hal yang tersirat dari cerita dongeng tersebut dan menurut saya sangat menarik untuk dibahas. Dalam dongeng itu diceritakan hubungan yang tidak harmonis antara manusia dan tuhannya dimana tuhan selalu membuat sengsara manusia dan manusia pun menyimpan dendam dengan hal itu. Ya walaupun hanya sebuah dongeng yang sekali lagi belum tentu akan kebenarannya. tetapi, jika kita coba kaitkan dengan pandangan akan adanya pemisahan antara ilmu pengetahuan dan agama oleh mereka yang mengaku orang barat mungkin cerita dongeng ini bisa memberi sedikit opini ke arah
Adakah konsepsi yang lebih baik dari itu semua? Sudah jelas memang bahwa sepatutnya sebuah ilmu pengetahuan harus diiringi dengan kekuatan akhlak yang kita peroleh dari agama. Ilmu pengetahuan adalah anugerah tuhan kepada manusia. Ilmu pengetahuan telah mengubah pradaban manusia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Masih belum cukup bagaimana kebersamaan antar agama dan ilmu pengetahuan mensejahterakan
Kenapa konsepsi pemisahan ini masih saja dipertahankan sampai sekarang???
Apakah memang dongeng tersebut dijadikan dasar orang-orang yang meranggapan bahwa ilmu pengetahuan harus dipisahkan dengan agama???
Atau ada rencana politis di balik itu semua???
Lalu bagaimana dengan peristiwa hukuman mati yang diberikan kepada Copernicus dan Galileo oleh inkuisisi gereja???
Wallahu a’lamu bis showab…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar